Ketika kru Tribun Jogja Official pamit undur diri dari studio kami, ada rasa hangat yang mendadak menyeruak. Di tengah tumpukan pesanan dan segala macam pekerjaan yang belum terselesaikan, kami sempat terdiam sejenak. Momen peliputan media tempo hari bukan sekadar tentang tampil dan berbicara di depan kamera, melainkan sebuah penanda. Seperti sedang memandang sebuah cermin besar yang memaksa kami melihat kembali ke belakang: sejauh apa NOM Souvenir sudah melangkah?
Melihat kilas balik ke tahun 2016, saat pertama kali mulai beroperasi, NOM hanyalah sebuah usaha kecil yang masih meraba-raba. Bermodal bahan kanvas, kami memulai dengan memproduksi pouch. Jujur saja, saat itu kami belum memiliki fokus yang matang. Kami masih mencari jati diri, mencoba memahami ke mana sebenarnya kami ingin pergi untuk membawa usaha kecil ini.
Belum sempat pondasi itu kokoh berdiri, badai pandemi menghantam di tahun 2019. Seketika itu juga, semua aktivitas event dan pesanan suvenir terhenti total. NOM sempat off sepenuhnya. Namun, masa-masa sulit itu justru menjadi ruang kontemplasi terbaik. Pada tahun 2022, kami memutuskan untuk merombak segalanya dan mulai membangun kembali mimpi kami dari nol.
Lahir Kembali dengan Desain Quote yang Bermakna
Di masa kebangkitan itulah, kami menemukan esensi dari NOM Souvenir. Kami tidak ingin sekadar memproduksi tas. Kami gelisah melihat banyaknya suvenir pernikahan atau korporat yang berakhir tergeletak begitu saja di sudut rumah karena kurang estetik untuk dipakai sehari-hari.
Dari sana, kami meluncurkan konsep souvenir tote bag custom di Yogyakarta dengan fokus pada desain quote dan tipografi hand lettering yang cantik. Kami ingin setiap orang yang membawa tas ini merasa bangga dan percaya diri menjadikannya bagian dari gaya hidup harian mereka. Menariknya, energi kreatif ini justru menular. Banyak pelanggan kami yang datang membawa ide kata-kata unik mereka sendiri untuk kami visualisasikan ke dalam bentuk siap cetak.
Komitmen kami pada detail dan kualitas inilah yang akhirnya membawa tim jurnalis Tribun Jogja untuk datang dan meliput langsung kesibukan di workshop kami.
Menjaga Komitmen Ramah Lingkungan dan Berdayakan Penjahit Lokal
Dalam liputan tersebut, kami berkesempatan memperlihatkan bagaimana setiap helai tote bag custom NOM diproduksi dengan prinsip bertanggung jawab. Kami menerapkan sistem zero waste dengan meminimalisir serta mengolah sisa limbah kanvas dan modifikasi kulit sapi menjadi gantungan kunci berbentuk mini tote bag yang fungsional.
Lebih dari itu, setiap pesanan massal — yang kini kapasitas produksinya sanggup melayani 500 hingga 1.000 pieces dalam waktu mendesak — adalah hasil karya tangan-tangan terampil para penjahit lokal di sekitar area Jogja yang kami rangkul untuk bertumbuh bersama.
Kini, melalui pemasaran digital dan website resmi, langkah kaki NOM sudah melangkah jauh keluar dari Yogyakarta. Pesanan dari Jakarta, Kalimantan, Sumatra, hingga Papua terus berdatangan.
Liputan media kemarin adalah validasi berharga atas kerja keras seluruh tim. Namun, bagi kami, ini barulah awal. Bahan bakar baru untuk terus mengejar visi besar kami: Men-tote bag-kan Indonesia.
Ingin menjadi bagian dari perjalanan cerita kami?
Bagi Anda yang sedang mencari souvenir pernikahan unik atau kebutuhan korporat dengan minimal order yang ringan (mulai dari 50 pieces), silakan jelajahi katalog kami di Instagram @tjahnom atau kunjungi situs resmi kami di nomtotebag.com.



